Jumat, 13 April 2018

Dalam RAWON kita bersaudara!

Siapa yang gak suka rawon???

Beberapa hari ngidam rawon, sambil bertanya-tanya, survey, ada ga yah kira-kira orang ga suka rawon di lingkup pertemananku? Ternyata gak ada!
Tepat kemarin senin, akhirnya saya makan rawon!


Ketika menikmati rawon, saya jadi ingat suatu khotbah Ps. Jeffrey Rachmat tentang nilai trust dalam memakan rawon. Saya sendiri sering menjamu tamu, oh bukan, kayaknya lebih tepat kalau dibilang saya agak hobby berkenalan dengan orang baru haha. Dan dari banyak pengalaman menjamu tamu, ada kejadian yang menuntut saya meyakinkan beberapa dari mereka untuk mencicipi makanan yang menurut saya lezat tiada tara tapi tampilannya sangat tidak menarik hati: rawon!

Trust seseorang kepada pribadi yang menyuguhkan untuk mencoba rawon buat pertama kali akan teruji melalui pengambilan keputusan orang tersebut untuk makan / gak makan!
Kalaupun mereka gak mau mencoba saya juga akan maklum, rawon gituh loh, udah tampilan gak menarik warnanya item pisan! Tapi dari tamu yang saya suguhkan rawon, (so far) semua mau makan rawon dan bahkan suka, dan beberapa dari mereka mengucapkan: kalau bukan saya yang menawarkan makanan ini kayaknya mereka gak bakal tergerak untuk membeli dan mencoba.

Mereka percaya pada saya, karena itu mereka mau mencoba.

Beberapa waktu lalu ada beberapa orang melontarkan (lagi) pertanyaan: "Kalau katamu Tuhan itu baik, kenapa kamu kok belom kawin?"
Entah kesambet apa orang-orang inih, tapi jujur, pertanyaan ini sangat tidak bermutu.


Apakah kebaikan Tuhan ituh hanya diukur dari status kawin atau belum kawin?

Kalau ditanya kapan kawin, saya sih duluuuu maunya umur 25 lalu mundur jadi 27 lalu mundur jadi 30, 35, lalu tahun depan dan terakhir saya selalu jawab soon! But how soon? I don't have any idea. I chose to leave it on God's will.
Jadi, kalau ditanya kapan ini itu akan terjadi, saya juga gak akan bisa memuaskan anda dengan jawaban pasti karena sampai sekarang pun, adem ayem happy-happy ajah hidup lajang saya meski belom ada pasangan. Tapi kalau ditanya apakah masih mau menikah, saya akan jawab dengan cepat Yes, I do!

Dan kalau anda masih kepo, saya bisa mengatakan dengan pasti: Tuhan itu baik.

For the LORD is good and his love endures forever; his faithfulness continues through all generations. 

Psalm 100:5

Tuhan itu baik dan apapun yang dilakukan adalah untuk kebaikan kita, dan Dia adalah Tuhan yang berdaulat, HE is in control of everything!
Jadi jangan juga menggunakan wejangan yang terdengar biblical :
Jodoh itu ditangan Tuhan tapi kalau tidak diambil ya tetap di tangan Tuhan!

Awalnya saya ingin mendebat ketika seseorang melontarkan kalimat ini, tapi ahhhh apalah gunanya berargumen beginian, semoga sooner or later beliau dapat menarik kata-kata tersebut karena merasakan pengalaman pribadi akan kedaulatan Tuhan, bahwasanya kalau Tuhan mau, Dia dapat melakukan apa saja lhawong Dia itu Tuhan, gak ada yang mustahil bagiNya, apapun yang Dia mau ya dia bisa ajah lakukan suka-suka Dia.
Allah Bapa PASTI lebih tau kapan waktu yang pas untuk memberikan sesuatu kepada anak-anakNya. Masak perlu saya ngeroyok dari tangan Tuhan? Gak perlu.
Saya sebagai kakak saja tahu kapan harus memberikan barang A kepada adik saya karena melihat dia memang sudah butuh itu, tapi ada kalanya saya menolak, meskipun dia merengek minta, karena saya tau dia belom memerlukannya.
Lah Tuhan masak perlu kita ajarin?

Ada pula yang menyarankan saya untuk berdoa lebih khusyuk bahkan doa puasa meminta jodoh, kalimat judging yang kayaknya ada yang salah dengan diri saya dan ada yang kurang 'rohani' dalam doa-doa saya, hanya karena saya belum menikah, dengan backing ayat Tuhan memberi apapun yang kita minta.  (Matius 7:8)
Wahai saudaraku, ayat alkitab tuh jangan dibuat back up untuk menuntut sesuatu bila hal yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan! Kok kesannya Tuhan jadi kayak vending machine yang kita minta sesuatu lalu kita bayar dengan mata uang iman, trus kita marah kalau vending machine-nya tidak mengeluarkan seperti yang kita order di awal.

Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita,  jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. 1Yoh 5:14


Menurut kehendakNYA! Jadi kalau belum kehendakNya jangan dipaksa nanti hasil akhirnya kurang bagus. Bisa gak sih terjadi kalau kita memaksa? Bisa! Tuhan memberi kita free-will kok, tapi yaaaa resiko tanggung penumpang yah. Kalau saya, so far, akan terus memilih ikut maunya Tuhan ajah deh.
I trust Him. Though I may not understand it wholefuly now, but I chose to trust, HE is a good God and He does good things. 

Kalau memang saya masih melajang sampai sekarang, ya pasti ada tujuannya. Seperti kata pepatah:
Everything will be okay in the end, if it's not okay, it's not the end!

Yang perlu di lakukan sekarang adalah melawan kata-kata yang bisa membuat saya teracuni untuk memikirkan ulang kebaikan Tuhan. Karena akan semakin banyak tantangan, entah kondisi, situasi, tradisi, apapun yang akan berusaha menyeret saya untuk mulai mempertanyakan kebaikan Tuhan ataupun mencoba menarik kedalam rasa kecewa akan Tuhan.
Dan memang sudah seharusnya kita terus mengingat-ingat kebaikan Tuhan yang bahkan rela mati demi kita. Kenapa kita harus terus mengingat-ingat? Kita manusia hoiiii, naturalnya kita tuh cepat lupa.
Jangankan kita, bangsa Israel yang sudah melihat langsung laut terbelah dan banyak adegan kebesaran Tuhan yang seperti di film Hollywood (bedanya ini bukan effect ini nyata), itu ajah mereka sering lupa lagi dan lagi dan lagi.

POST CHORUS 1:
If ever I should lose my way
If ever I deny Your grace
Remind me of the price You paid
Hallelujah
I’ll live in remembrance
BRIDGE (repeated):
You’ve been so so good to me
You’ve been so so good to me
Oh to think where I would be
If not for You
If not for You
POST CHORUS 2:
As far as heights reach from the depths
As far as east is from the west
So far Your grace has carried me
POST CHORUS 3:
Until I see You face to face
Until at last I’ve won my race
Remind me
Youʼre not finished yet
TAG:
Hallelujah
Hallelujah
Hallelujah
I’ll live in remembrance

Diatas adalah penggalan lagu Remembrance by Hillsong, dan lagu ini sukses membuat saya menitikkan air mata ketika menyanyikan lalu tiba-tiba ada klip di kepala yang memainkan adegan-adegan kisah-kisah hidup pengalaman masa lalu dimana Tuhan sudah terlalu baik bagi saya.

Seperti kepercayaan teman saya ketika hendak mencoba rawon, mari kita bertanya pada diri sendiri apakah kita juga punya level trust yang seperti itu dengan Tuhan? Ketika hidup terlihat boring, tidak menarik, banyak kesulitan dan suram, bahkan hitam warnanya, namun kita tetap mau taat menjalani sesuai dengan jalan dan kehendakNya, semuanya kita lakukan karena kita kenal pribadi yang ada dibalik semua ini adalah Tuhan yang sangat baik dan penuh kasih, jadi kita berani percaya bahwa semua rancanganNya membawa kebaikan untuk kita semua.

Jadi next time kalau sedang makan rawon, ingatlah akan hal ini, ingat kebaikan Tuhan, ingat pada Tuhan yang bisa dipercaya dan juga ingatlah juga untuk mengirimkan padaku bwahahhaha

Dalam rawon kita bersaudara! #eh








*topiknya mirip2 karena saya juga heran dengan orang-orang yang kalimatnya mirip2 padaku karena status Not-Yet-Married ini, semoga pembaca tidak bosaannnnn ^____^




Sabtu, 31 Maret 2018

Menunjukkan Kasih

Halooooooo!
March is surely marching too soon! 
Udah di penghujung akhir Maret nih... apakah sudah kelar lapor SPT tahunan?
Saya baruuuuu ajah kelar lapor online, begitu mudah sebenernya, tapi saya sempat bergulat dengan DJPOnline selama tiga hari karena kemaren2 sempat down gak bisa di akses web-nya reloading2 mulu, internet-connection nya pun ikutan jalan timik-timik bergembiraaaaa dan bikin geregetannnnnnn.*jangan tiru kebiasaan last minute inih yahhhh tidak baik untuk kesehatan!!

Tahun 2018 baru berjalan tiga bulan tapi sudah banyak banget hal-hal yang bikin saya belajar sesuatu.

Yang terkini, bacaan-setahun sedang dalam perjalanan bersama Daud di Kitab Samuel. (Ajaibnya kalau baca Alkitab tuh yah, meskipun dibaca banyak kali tetap ajah ada hal baru yang tersingkap dari bacaan yang seringnya kisahnya ajah kita sudah hafal) Tapi kalimat "there's always something new" itu passsss banget untuk menggambarkan tiap momen yang saya alami selama membaca.

Kali ini ada satu kalimat yang terasa zoomed out dari bacaan:

 2:5 maka Daud mengirim orang kepada orang-orang Yabesh-Gilead dengan pesan: "Diberkatilah  kamu oleh TUHAN, karena kamu telah menunjukkan kasihmu kepada tuanmu, Saul, dengan menguburkannya. 2:6 Oleh sebab itu, TUHAN kiranya menunjukkan kasih dan setia-Nya  kepadamu. (2 Samuel 2:5-6)


Sewaktu Saul gugur dalam peperangan, orang-orang Yabesh-Gilead berinisiatif mengambil mayatnya dan memberikan penguburan yang lebih "terhormat". Hal ini dipandang baik di mata Daud sehingga keluar berkat dari mulut Daud untuk Yabesh-Gilead.

Daud sendiri adalah pribadi dengan title "a man after God's own heart"! Cap yang sangat besarrrrr banget ituhhhh!

Acts 13:22 says, “After removing Saul, he made David their king. He testified concerning him: ‘I have found David son of Jesse a man after my own heart
he will do everything I want him to do.‘”

Alkitab menyimpulkan karena Daud mau melakukan apapun yang Tuhan kehendaki, sehingga beliau mendapat predikat sebagai orang yang berkenan di hati Tuhan.
Kalau saya pribadi setelah membaca kisah perjalanan Daud beberapa kali, bertanya: siapa sih yang gak akan suka kepada Daud? Biasanya orang-orang yang gak suka sama Daud itu hanya karena sirik, iri hati (seperti Saul)
Daud seorang pribadi yang memiliki banyak kualitas unggul, sangat taat dan yang paling membuat saya kagum adalah, beliau penuh kasih juga sangat hormat kepada Tuhan, sikapnya yang menempatkan Tuhan ditempat pertama, mengakui otoritas Tuhan di setiap keadaan menunjukkan betapa kasihnya pada Tuhan dan orang-orang disekitarnya. Meskipun ada kesempatan, namun Daud tidak pernah mau mengulurkan tangan membunuh Saul, karena Saul adalah orang yang pernah diurapi Tuhan. Bahkan Daud membunuh orang-orang yang telah mencelakakan keluarga Saul.

Daud menunjukkan kasihnya kepada keluarga Saul dan kasihnya pada sahabatnya Yonathan dengan menepati janjinya, dan melakukan banyak hal untuk keluarga mereka, bahkan memberkati Yabesh-Gilead karena turut menguburkan Saul, dan banyak lagi.

Terlebih Tuhan Yesus!
Tuhan menunjukkan kasihNya yang besarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr bagi kita dengan rela mati secara tidak terhormat, demi menebus kita dari dosa dan mendamaikan hubungan kita dengan Bapa di Sorga.


Paskah kali ini saya dibawa ke pemahaman yang agak sedikit berbeda, sesuatu yang menurut saya memberi pemahaman yang lebih dalam lagi tentang kasih Tuhan dan pribadiNya. Malam sebelum di salibkan, Tuhan Yesus membasuh kaki murid2Nya, pembasuhan kaki biasanya dilakukan oleh seorang hamba kepada tuannya, namun disini Tuhan Yesus memberikan contoh bahwa siapa mau jadi yang terbesar dia harus jadi hamba dan melayani. Satu hal yang BELOM pernah mampir di kepala saya sebelumnya adalah, bahwa malam itu ada juga Yudas Iskariot disitu! Tuhan Yesus TAHU benar bagaimana Dia akan mati, siapa yang akan mengkhianatiNya, semua detail informasinya sudah Dia ketahui, namun Tuhan masih tetap membungkuk untuk membasuh kaki muridNya dan ini bearti termasuk kaki Yudas!
Jujur ajah sewaktu imajinasi saya terbang membayangkan kejadian inih, saya merinding.
Bayangkan saja kalau kita tahu kapan kita akan mati lalu bagaimana caranya dan yang menyerahkanmu adalah salah seorang dari inner circle mu, namun malam sebelumnya kamu harus merendahkan diri dan mencuci kakinya?? *perutku langsung mules hanya karena membayangkan doank!

Sepertinya sih jujur saya masih belom bisa melakukan itu sih, ya iyalah itu kayaknya level kelas beratttttt.
Introspeksi diri sendiri ajah, saya masih sering banget melukai hati orang dengan mulut serta kata-kata yang tajam. Jadi harap sabar yah saya pun hanya manusia biasa yang sedang dalam proses mengerem mulut dan komen2 nyinyir (yang meskipun kadang hal yang saya lakukan adalah untuk kebaikan tapi kalau cara, waktu dan saat penyampaiannya kurang pas di hati orang lain ya tetep ajah gak bagus ya tohhhhh) Kalau di lingkup terdekat saya sekarang biasanya kita saling menegur atau mengingatkan juga meminta maaf kalo memang diperlukan biar tidak menimbulkan ganjalan di dada, ya iyalah dada saya sudah cukup tanpa perlu diganjal  #oops!

Dan belajar dari Daud, saya juga mau lebih berusaha untuk mencoba lebih menunjukkan kasih saya kepada Tuhan dan sesama dengan taat (meskipun susyahhhhh liat ajah bentuk model mulut saya yang keriting itu bukti saya sangat naturally kritis nyinyir apalagi kalo lihat orang2 kemplo yang bikin geregetan #oops bwahahahha) tapi gak ada yang gak mungkin kannnnn?
Menunjukkan kasih kepada orang-orang di sekitar kita juga bisa membuat kita lebih menjiwai perintah untuk saling mengasihi, mengasihi dengan lebih smart and elegant, menerapkan kebenaran tanpa perlu membuat orang sakit hati! Semuanya itu hanya akan bisa terlaksana bukan dengan kuat gagah, tapi dengan kuasa Tuhan ajah yang akan memampukan kita, untuk melakukan apapun yang membawa kemuliaan bagi Tuhan.


Lalu apa yang sudah kita lakukan untuk menunjukkan kasih kita pada Tuhan dan sesama?

Yuk, tunjukkan kasih!

PS: saya juga sedang struggling melawan ego diri sendiri kok, yuuuk berjuang bersama haha ^__^

Philippians 1:9-11 The Message (MSG)

9-11 So this is my prayer: that your love will flourish and that you will not only love much but well. Learn to love appropriately. You need to use your head and test your feelings so that your love is sincere and intelligent, not sentimental gush. Live a lover’s life, circumspect and exemplary, a life Jesus will be proud of: bountiful in fruits from the soul, making Jesus Christ attractive to all, getting everyone involved in the glory and praise of God.

1 Yohanes 4:7
Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Beloved, let us love one another, for love is from God; and everyone who loves is born of God and knows God.

1 Yohanes 4:21
Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
And this commandment we have from Him, that the one who loves God should love his brother also.

Yohanes 13:34
Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
A new commandment I give to you, that you love one another, even as I have loved you, that you also love one another.

Yohanes 15:12
Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
This is My commandment, that you love one another, just as I have loved you.

1 Yohanes 2:10
Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan.
The one who loves his brother abides in the Light and there is no cause for stumbling in him.











Kamis, 08 Februari 2018

Tojia Banyuwangi

Banyuwangi itu indah
Banyuwangi itu ramah

Kira-kira dua kalimat diatas adalah kesimpulan yang saya sendiri tarik setelah pada tanggal 26-28 January kemarin kami berkunjung ke Banyuwangi dalam acara Malam Keakraban Putra Putri Hakka Regional Jawa Timur. Acara MaKrab kali ini berbeda dari yang biasanya, tidak ada games ice-breaking, tapi kita langsung hiking bersama selama 6jam mendaki Ijen, saling tolong menolong, berbagi cahaya senter dan ngobrol juga bercanda ringan sepanjang jalan. Gak perlu banyak acara, tapi kalau sudah mendaki Ijen bersama dijamin akrab langsung dah!

Hakka Banyuwangi sangat bersemangat menyambut kami, dari tidak kenal dalam sekejap kita pun membaur akrab karena mereka pun dengan senyum ramah dan terbuka menemani kami kesana kemari lalu ngobrol dan dengan kekeluargaan menganggap kita adalah saudara dari jauh yang berkunjung, bahkan para senior ai-ai dan susuk-susuk pun antusias. We're honored!
Semangat Hakka terpampang nyata terlihat di pribadi lepas pribadi Hakka Banyuwangi, dua hari kami disana terasa sangat menyenangkan dan misi keakraban juga tercapai, sepulang dari Banyuwangi kami semakin akrab satu sama lain. Tidak perlu deklarasi, tapi jiwa Hakka itu kami rasakan dengan penuh kekeluargaan menemani kami selama di Banyuwangi. Kalau kalian belum pernah mengerti bagaimana keramahan asli orang Hakka itu, mampirlah ke Banyuwangi! Umur boleh beda jauh, kenal juga tidak seberapa dekat, ketemu pun jarang-jarang, tapi kehangatan dan kekeluargaan mereka benar-benar tulus tersampaikan. Terima Kasih Banyuwangi! Kita akan kembali lagi!!

TOJIA Banyuwangi!

Minggu, 12 November 2017

The URGE

"I have loved you with an everlasting love, therefore I have continued by faithfulness to you" 
Jeremiah 31:3
God told them, “I’ve never quit loving you and never will.
    Expect love, love, and more love! (The Message)

Berjumpa lagi dengan the same old brand new list of questions and advices seputar kawin-mengawin sodara sodari handai taulan!
Setelah sempat vakum untuk beberapa saat, sekarang muncul lagi ke permukaan, the urge.
  • Datang kawinan melulu kamu sendiri kapan?
  • Umurmu dua bulan lagi udah 35 loh, dulu umur 32 mama punya anak 4!!!
  • Kalau katamu Tuhan itu baik kenapa sampai sekarang kamu masih single?
  • Ojok dolan tok aeh, nanti semakin gak pengin-pengin kawin loh, keenakan dewe soale!
  • etc ...
  • etc ...

Jujur, saya sendiri loh sudah amat sangat bosan ditanyain (kalian yang baca blog saya ajah mungkin juga ikutan bosan topiknya begini melulu bwahhahahaa), tapi kalau memang belum ada yang klik trus piye? Memaksakan diri lalu comot salah satu? Enggak banget!

Kemaren-kemaren waktu mama ndrewiwil ngomelin untuk segera nikah sampe-sampe saya bawa-bawa nama Bapa Abraham dan Sarah jadi contoh, kalau Tuhan itu take control of everything. (Kalau ortu yang ngomel sih wajar yah, mereka hanya care yang berlebihan, lah kalo orang yang cuman numpang comment ituh yang errrrrrrr)
Kalau memang Tuhan berkehendak saya menikah right here right now, ya bisa ajah sih DIA menjatuhkan seseorang tiba-tiba dari langit blukkkk ke depan hidung saya, Doraemon ajah bisa apalagi Tuhan ya toh. Cuman mungkin gak dilakukanNYA karena kasihan bokkk nanti kalo jatuh patah tulang piyeee #eh
Intinya sihhhhh... Gak ada yang mustahil bagiNYA, kalo sekarang saya masih single dan belum terlihat ada prospective future husband around, apakah saya akan meragukan kasihNYA? NO!
Sepanjang umur saya, banyak banget kebaikan dan kasih Tuhan yang nyata dalam hidup saya, terlalu murahan dan cetek banget bila cuman di simpulkan "kalo Tuhan itu baik kenapa kamu masih single" GGRRRRRRRRR (bila anda yang membaca adalah salah seorang yang pernah mengatakan ini, bertobatlah nak sebelum pantatmu bisulan 3bulan bwahahahaha)


Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. -Roma 8:28-


Tuhan yang saya kenal dalam nama Tuhan Yesus Kristus, caranya selalu extraordinary.
Dan Tuhan bukanlah Tuhan yang melakukan sesuatu tanpa memikirkan kebaikan kita anak-anakNYA.
Meskipun jujur, saya sendiri ada momen-momen dimana galau itu datang menyerang, namun kalau diingat-ingat lagi, semuaaaaaa yang sudah Tuhan atur itu indah dan selalu datang di waktu yang tepat! Kita dengan otak manusia yang cuman berapa ons ini gak akan bisa memikirkan jauh kedalaman kasihNYA dan betapa besarrrr ajaib kuasaNYA. Singkat kata, kalau memang belum, ya bearti saya masih diijinkan untuk sharpen my life, refining my character to be more like Jesus dan berkarya disini as a single woman.

Yesaya 55:8-9

55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. 55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.


Entah kenapa kalau seorang belum nikah dipandang sebagai seseorang yang ada kelainan atau berpenyakit menular gituh. Frankly, ada saat-saat dimana saya kepingiinnnnn banget nyulekin mata orang yang memandang dari atas kebawah sambil berkata: Sakjane ayu ngene loh tapi kok ora rabi-rabi!
**Bersyukurlah bila anda salah seorang yang pernah mengatakan itu dan tidak kuculek  wbahahahahahhaha. Itu bearti Tuhan masih baik pada anda dan saya, karena pengendalian diri masih memungkinkan untuk saya hanya ngecipris diblog bukan beneran nyulekin mata orang xixixixi.

Tenang saja, saya normal!
Perfectly healthy.
Masih nafsu kok sama cowok bukan sama cewek.
Dan masih hidup dengan penuh semangat untuk kebaikan semua.

Jadi gak perlu khawatir bahkan menduga saya punya kelainan atau apalah itu yang aneh-aneh yang pernah dituduhkan. Buang praduga bersalah anda, kecaplah dan lihatlah betapa baiknya Tuhan itu. Kalau saya yang menjalani ajah (yang seharusnya paling nelongso dan sedih kan saya ya toooooh) masih bisa tersenyum lebar setiap hari, jogging di stadion dengan semangat menyambut matahari pagi, lalu kenapa kalian gak mensyukuri hal itu ajah sambil bantu lihat kiri kanan kali kali ada yang berkualitas sepadan dan bisa dikenalkan? Itu akan lebih efektif dan membantu daripada cuman nyacati dan mempertanyakan tanpa ada kontribusi.

 Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia. b " 1Korintus 2:9


Untuk lebih menghibur kita semua yang mungkin bertanya-tanya kapannnnnnnn??
Coba kita renungkan:
Andai, Ishak dulu lahir normal dan bukan di umur-umur Sarah sudah menopause, dia akan menjadi cerita biasa diantara jutaan bayi yang lahir di Rumah Bersalin. (Kejadian 21:1-7)
Andai, Lazarus tidak dengan sengaja dibiarkan mati duluan selama empat hari baru di bangkitkan dari kubur, kisah hidupnya tidak akan se extravagant itu. (Yohanes 11:1-44)
Andai Yusuf menolak 'proses' yang diijinkan Tuhan terjadi dalam hidupnya (baca mulai Kejadian 37), mungkin dia tidak akan jadi sekeren itu untuk berjalan dari kesusahan demi kesusahan bahkan penjara tapi lalu diangkat jadi pemimpin. Meskipun saya sendiri yakin, Yusuf pasti juga ada momen-momen dimana dia duduk termenung dipenjara lalu nyanyi "ooo tell me whyyyyyyy? (pakai gaya BSB nyanyi yah)
(*ke-lebay-an added)

Jadiiiiii yuk mari semua kita syukurin saja semua yang ada dan sambil menatap kedepan dengan penuh harapan karena kita tahu bahwasanya Tuhan itu baik.



The Lord is good to everyone.

    He showers compassion on all his creation.

Psalm 145:9





Selasa, 25 April 2017

Tolerance Test

Bangsa Indonesia tercinta sedang menjalani sebuah test toleransi akhir-akhir ini.
Dipicu dari pemilihan Gubernur DKI Jakarta, judulnya sih pemilihan gubernur ibu kota tapi seluruh nusantara ikutan tegang mantengin berita dan ngikutin setiap debatnya. Saya sendiri boleh dibilang Ahok-Lover, saya belom pernah se-suka ini dengan profil politisi sebelumnya, tapi karena pemilihan Gubernur kali ini terlalu membuat lebar perbedaan dan jadinya kok dua kubu pendukung saling benci, saling serang?!?
Jujur ajah saya berubah jadi agak eneg.

Saya sendiri masih heran kenapa rakyat Jakarta tidak bisa melihat semua kebaikan Pak Ahok dan prestasinya membenahi Ibu Kota, bahkan memilih untuk tidak memberikan kesempatan kedua melanjutkan yang sudah dimulai dengan cantik. Manusiawi memang kalau yang baik-baik itu selalu gak kelihatan, tapi begitu ada yang jelek sedikiiiiitttt ajah sampai ke pelosok bumi juga bakal tersiar luas. Berita buruk lebih menjual memang.

Tapi apa mau dikata, hasil sudah keluar kan? Kita hargailah hasil itu, karena semua yang terjadi di dunia ini PASTI sudah seijin Tuhan deh. Pak Ahok dan Pak Djarot mungkin jalannya bukan disitu, a higher role for them maybe? Hopefully!

Kita boleh lah menyuarakan ketidak adilan ataupun kalau ada sesuatu yang tidak benar bolehhhh sangat bolehhhh, tapi please jangan kita juga berubah ikut-ikutan jadi orang yang menjelek-jelekkan dan menyebarkan berita-berita yang bikin orang geram dengan pihak tertentu, memperdalam perbedaan dan meruncingkan perselisihan. Ingat Bhineka Tunggal Ika!



Tadi pagi ada pelanggan, Yu Sar panggilannya, beliau mungkin sudah umur 70an, tapi masih semangat dan suaranya masih lantang, dan setiap ke toko kami, YuSar harus berjalan kaki sampai keringetnya keluar se-jagung-jagung. Belanjanya tidak banyak, dan beberapa barang belanjaannya pun adalah titipan tetangganya.
"Opah e pinten yu?" (= dikasih upah berapa?) saya curious bertanya.
"owalah kambek bolo dewe ae mosok njaluk opah, ben sing kuoso ngopahi" (= sama teman sendiri ajah masak minta upah, biarlah Yang Kuasa yang kasih upah)
Jujur saya kagum dengan kalimat YuSar, beliau tidak memakai atribut agama apapun, tidak terlihat rohani tapi tindakannya adalah perbuatan kasih penuh toleransi yang saya yakin disuka oleh semua manusia. YuSar mungkin tidak mengenyam pendidikan tinggi, tapiiiiii in an instant, lewat kalimat dan apa yang beliau perbuat, YuSar terlihat sangat educated!!!
Masih lanjut tentang YuSar, beliau berkata bahwa dia dikasih sehat dan kuat untuk masih bisa bantu belanjain orang lain ajah sudah berkah tersendiri!
Double WOW!

Hilang kemana semangat YuSar ini yah? INI LOH INDONESIA ASLI!!!
Indonesia yang saling membantu, Indonesia yang penuh toleransi, tepo-seliro! YuSar cukup senior untuk menolak dititipin belanjaan oleh tetangganya, but she chose not. Dia dengan sukarela membantu karena toh dia masih punya kekuatan membantu, tanpa mengharap imbalan dan dengan penuh keyakinan tahu bahwa perbuatan baiknya dilihat Tuhan. Saya tidak tahu dan tidak peduli YuSar agama apa, tapi kurasa nilai beliau lebih besar dari seorang pendeta atau seorang ulama yang khotbah di gereja/masjid tapi mungkin tidak melakukan dalam hal-hal kecil di kehidupan sehari-hari mereka.

Saya tidak peduli berapa kali suatu ayat digarisbawahi di dalam Alkitab Anda, kalau Anda tidak melakukannya berarti Anda tidak mengenalnya. -- Joyce Meyer --


Untuk yang belum bisa move on karena orang se-prestasi Ahok kok bisa gak kepilih, ingatlah Tuhan kalau punya maksud, bisa memakai siapa saja untuk melaksanakan tujuanNya.

Ada kisah kecil tentang ini dari pertemuan komsel kamis kami. Ceritanya kamis minggu lalu adalah giliran Mr. Hygiene untuk sharing Firman, nahhhhhh kalau kalian baca blog saya sebelumnya pasti tahu profil si mister, buka alkitab ajah jarang-jarang kok sharing?
Tuhan itu gak pandang bulu ketika kita mau untuk bertumbuh dan berubah, any stages you are in, He'll surely help!
Minggu itu saya dapat pembelajaran dari bacaan rutin adalah tentang Forgiveness and Trust, lalu pagi harinya baru ajah nge-post di status Line tentang itu, eh ladalah....  malamnya sharing singkat itu juga tentang forgiving and trust.
Yang tidak disangka-sangka tuh bagian firman yang di quote:

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; q  carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah 1 , maka pintu akan dibukakan bagimu. - Matius 7:7

Ayat diatas biasanya akan dikategorikan dengan janji-janji Tuhan dan bahwa Tuhan itu pasti memberi yang kita pinta. Tapi kamis malam itu, Mr. Hygiene mengulas dari sisi yang berbeda, seberapa dalam kamu percaya dengan pribadi yang mengatakan janji itu? Dan kalau diterapkan untuk karakter kita sendiri, apakah kita termasuk orang-orang yang bisa dipercaya?
Karena trust atau kepercayaan itu butuh track-record! Kita biasanya akan lebih percaya dengan orang yang sudah terbukti bisa dipercaya! Nah, untuk tahu track-record kita kan harus jalan bersama, berinteraksi, berkomunikasi apapun itu pokoknya pasti ada moment-moment kebersamaan kan?
That's a very good point! And God used the very newbie believer to share this deep message!!! Haleluyaaaaaaaaaaa!

Allah tidak seperti manusia yang gampang menyesal dan suka berdusta. Bila Allah berjanji, pasti Ia tepati! Bila Ia berbicara, tentu akan terlaksana! Bilangan 23:19 (BIS)

Jadi mungkin for the time being, sebagian dari kita akan kecewa dengan hasil yang terlihat "aneh tapi nyata" dan hanya terjadi di Indonesia ini. Tapi saya harap kita jangan terbawa arus untuk ikut dengan suara orang banyak dan ikut-ikut saling benci.

Trust God!

Karena berdasar pengalaman saya sampai detik ini, track-record pribadinya Tuhan tuh masih SANGAT Trustworthy! Kalau Dia sudah mengijinkan ini terjadi, pasti ada maksud dan rencana yang lebih baik.


Rambut di kepalamu pun sudah dihitung semuanya, sebab itu janganlah takut; kalian jauh lebih berharga daripada burung-burung pipit!" - Lukas 12:7

Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana
 - Amsal 19:21 -

TUHAN berkata, "Pikiran-Ku bukan pikiranmu, dan jalan-Ku bukan jalanmu. - Yesaya 55:8

Bahkan ketika saya browsing tadi saya menemukan bahwa ternyata di Al-Qur'an pun disebutkan hal yang sama:
Tidak ada satu pun di alam ini yang terjadi secara kebetulan, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur`an, "... Allah mengatur urusan (makhluk-Nya)." (ar-Ra'd: 2). Dalam ayat lain dikatakan, " dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)...." (al-An'aam: 59). Dialah Allah Yang menciptakan dan mengatur semua peristiwa, bagaimana mereka berawal dan berakhir. 
** Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/nfatiha_yasin/tak-ada-selembar-daun-yang-jatuh-tanpa-ijin-tuhan_552c7a906ea834643c8b4586


Kita hanya perlu untuk tetap hidup dengan berkaca pada karakter pribadi Tuhan Yesus, pada kasihNya, pada sifat pemaafNya, yang meskipun di salibkan tanpa salah tapiiiii malah mendoakan orang-orang yang menyalibkannya karena Dia mengerti bahwa orang-orang itu ora mudheng dengan apa yang mereka perbuat.

Yesus berkata: "Ya Bapa, s  ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat. 
-- Lukas 23:34a --


Akhir kata, meskipun tolerance test saat pemilihan gubernur kemarin bisa tergolong gagal, masyarakat masih banyak yang melihat hanya dari satu bagian bukan dari keseluruhan dan tidak dengan besar hati atau tenggang rasa, dan sebenarnya ini adalah kenyataan pahit. Tapi.... ya sudahlah....... yuk move on! Mari kita usahakan saja masing-masing untuk tetap menjadi orang Indonesia yang tepo seliro!





Jumat, 14 April 2017

Good Friday

Pernah gak sih mikir kenapa Jum'at terkelam di sepanjang sejarah disebut sebagai Good Friday?

Tuhan itu kreatif memang yah, worst moment of history diijinkan terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi kita semua.
Worst? Karena tidak akan ada lagi manusia seperti Yesus, yang menanggalkan segala statusnya sebagai Anak Allah turun ke bumi menjadi sama seperti manusia, menebus umat manusia dari dosa, dikhianati oleh orang dekatnya, dihina, disiksa dan disalibkan seperti narapidana wahid sedangkan diriNya sendiri sama sekali tidak pernah berdosa!



Bulan February lalu ada drama kurang mengenakan terjadi di komunitas kami.
Ada peraturan yang mengharuskan pengikut persekutuan doa hanya dibatasi untuk kalangan sendiri.
Kalau bahasa kerennya sih hanya umat yang bersedia "tertanam"(berjemaat resmi/terdaftar) di organisasi "Kebun" (bukan nama sebenarnya)
I was upset, sad and got short temporary rage.

Memang pada saat terjadi kami kelompok "tercabut" (sebut saja demikian) cukup kaget dan merasa sedih, saya rasa ini adalah momen mengagetkan di komunitas kami saat itu.

Tapi berjalannya waktu, saya bisa memahami sekarang kenapa ada perpisahan yang diijinkan terjadi, dan hal ini adalah wajar. Bukankah di Alkitab saja disebutkan Paulus berpisah dengan Barnabas, Paulus tidak sejalan dengan Markus, padahal semuanya adalah rasul-rasul penting yang dipakai dengan luar biasa, yang juga menuliskan kitab-kitab di Alkitab.


Singkat kata, kami ber-komsel sendiri.
The amazing thing is, kelompok kami hanyalah sekumpulan orang-orang yang errrrrr ketika komsel duluuuuuu disuruh pimpin doa hanya tersenyum, dikasih kesempatan sharing tidak pernah mau. Namun ketika kami sepakat untuk tetap bersekutu, semuanya jadi aktif! Saya garis bawahi SEMUANYA!

Praise be to God!

Sewaktu kami memutuskan untuk membentuk kelompok sendiri, bahkan adik saya Liping ajah menertawakan loh!!!! Hah?? Siapa yang bawain Firman?? ujarnya spontan waktu mendengar nama yang saya sebutkan tugas sharing firman berikutnya.
Sebelumnya kami memang sudah membuat kesepakatan, semua orang harus mau untuk ambil bagian dan meskipun tanpa supervisi gereja kami berkomitmen untuk mengacu pada Alkitab saja, and it really works!
Jangankan Liping, saya ajah gak pernah membayangkan bahwa ini akan benar-benar berjalan.

Baru masuk bulan kedua komsel anyar kami tapiiiii...

Mr. Detail yang biasanya selalu komentar ataupun bertanya tentang hal-hal yang kadang terdengar bernada sedikit sceptical, bisa menyampaikan firman Tuhan dengan gaya dan nuansa baru and still biblical. Noted this: biblical! Sayangnya waktu itu saya berhalangan hadir, tapi kesimpulan ini saya tarik setelah saya korek-korek dari anggota yang hadir
Ms. Dog-Lover yang dulunya hampir tidak pernah terdengar suaranya, sukses sharing cukup panjang dan berbobot bahkan ada banyak point-point yang bisa dipelajari. Sewaktu tugas PAW memimpin kami memuji Tuhan pakai gerakan dan berhasil membuat kami ikut bergerak meski dengan nada agak memaksa kami semua haha.
Mr. Easy-Going juga gak mau kalah, pimpin pujian, doa, juga sharing dengan nada santai dan lancarrrrrrr...  I was curious, jangan-jangan ada bakat pendeta dia! #eh
Ms. No-Worries kemarin baru saja menyampaikan Firman yang somehow bisa senada dengan momen paskah padahal topik kita bulan ini tentang karakter! Berlanjut dengan kesaksiannya tentang temannya yang minum caladine lotion untuk bunuh diri mampu menyedot perhatian kami semua untuk khusyuk menyimak firman. It was fun yet still learning! 
Last but not least, Mr. Hygiene. Ini adalah orang yang progressnya paling terpampang nyata!
Suka bolos waktu komsel dulu, tapi sekarang menawarkan dengan sukarela ruangan rumahnya dipakai komsel (gak bisa bolos lagi diaaa yeahhhh).
Sejak mulai komsel baru, karena kami terbiasa membaca alkitab bergilir, akhirnya dia harus download Alkitab di HPnya! Haleluuuyaaaaaaa!
Lalu kemarin waktu dikasih jadwal pimpin pujian, ehhhhhh dia set-up organ nya dan mainkan chord sambil memimpin pujian dan bener-bener ada suaranya! Kita semua takjub! Keajaiban terjadi!


Dari kisah "perpecahan" yang terdengar buruk di awalnya, ternyata Tuhan merangkainya menjadi kisah manis. Ada perubahan nyata benar-benar terjadi, dan saya yakin itu bukan atas kuat gagah kami tapi Allah lah yang memberi pertumbuhan. (1Kor 3:6)

Bukankah seperti Yusuf pernah mengatakan :
Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, z tetapi Allah telah mereka-rekakannya a  untuk kebaikan 1 , b  dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup c  suatu bangsa yang besar. (Kej 50:20)


Yusuf bisa melihat setelah puluhan tahun hidupnya gak pernah enak, eh ... ternyata happy ending.

Tuhan Yesus sendiri sempat berdoa untuk sekiranya mungkin dilalukan cawannya sebelum masa sengsara terjadi, tapi kehendak Bapa terjadilah, penyaliban tetap terlaksana, meski pahit tapi membawa kemenangan.
Bayangkan bila Yusuf semau-maunya sendiri tidak turut dalam plot yang sudah di rancangkan Tuhan, lebih-lebih... bayangkan bila Tuhan Yesus menolak untuk menjadi korban penebusan.

Satu sikap yang bisa kita pelajari dari kisah pengorbanan Tuhan Yesus adalah, kerelaannya. Apakah kita juga rela berkorban untuk orang lain? Rela menunggu, rela memaafkan dan rela bersabar ajah sudah SESUATU ya toooooooohhhh.

Mungkin satu diantara kita sedang mengalami situasi yang buruk, meski tidak mudah, mari tetap berusaha bersyukur dan dengan rela mengikuti teladan Tuhan bersikap "Kehendak Bapa jadilah".
Karena suatu hari nanti kita akan melihat bahwa dalam segala sesuatu, bila Tuhan sudah mengijinkan itu terjadi, akan ada kebaikan untuk kita di akhirnya nanti. Kita hanya perlu belajar sabaaaaaar serta mengerti hatiNya, juga melakukan segalanya seturut kehendakNya.
Akan datang waktunya, hari terburuk dalam sejarah pun berubah menjadi Good Friday!

And we know that in all things God works for the good of those who love him, who have been called according to his purpose. (Romans 8:28)



God is never in a hurry. The only time He ran, was when the prodigal son came home. Ian Vail


Selamat Paskah!!



Jumat, 31 Maret 2017

Is "I don't care" the new normal???

Senin malam saya dan mama pulang dari Surabaya ke Caruban naik kereta api. Sebenarnya saya lebih suka turun di stasiun Madiun karena stasiunnya lebih layak dan ada banyak bapak porter sigap untuk bantu bawain barang.
Namun karena mama mau di Caruban saja biar cepat sampai rumah katanya, saya mengalah.

Yang terjadi seperti yang saya bayangkan, tidak ada tangga untuk turun dari kereta padahal jarak ketinggian gerbong dan platform nya jauh tidak sejajar, cukup menyusahkan, apalagi untuk kaki mama yang habis di operasi, saya rasa beliau pasti lebih kesulitan untuk turun.
Dengan bagasi dua koper masing masing seberat 15kilo, lalu posisi kereta yang berhenti di rel sebrang juga membuat adegan turun dari kereta menjadi lebih susah, karena setelah turun masih harus jalan melewati halang rintang jalan rel yang berbatu-batu. Batu-batu bearti: koper tidak bisa di dorong harus diangkat, sedangkan sifat sok-kesatria saya tidak mengijinkan mama yang baru keluar RS untuk ikut bantu angkat-angkat dan memaksa beliau menyebrangi rel lebih dulu, sehingga membuat semua arrival scene kami lebih drama!

Amazingly, Tuhan membuat adegan itu mungkin! Ternyata by God's grace dan tidaklah sia-sia ikutan gym setengah tahun kemaren, saya berasa jadi Popeye secara instant.
Yang cukup membuat miris adalah, BANYAK orang ada disitu menyaksikan adegan turun kereta yang rempong itu, dannnnnn kebanyakan mereka adalah L E L A K I!
Tapi mereka hanya mematung bagai mannequin! Oh, sempat sih ada sinyo2 yang membantu sebentar dengan kalimat "hmm sini saya bantu" tapi itu terjadi setelah menit ke ..... entahlah keberapa tapi karena dia gak bisa lewat-lewat setelah menunggu cukup lama sebab kami menghalangi jalan. Saya cukup berterima kasih karena dia ada membantu sedikit sewaktu melewati rel yang berbatu-batu, tapi setelah itu ya wes... dia dia diaaaaaaaaa ... ngelewes begitu saja haha.

Dari kejadian ini saya mendadak berpikir, apakah saya akan demikian juga bila ada pemandangan orang tak dikenal rempong kesusahan seperti yang terjadi pada kami?
Kemanakah sifat ringan tangan yang ada tercantum pada daftar nilai-nilai orang Indonesia di pelajaran PMP yang saya pelajari puluhan tahun silam sewaktu Unyil dan pak Raden masih nge-hits???

Is "I don't care" the new normal now?

I hope not!

Masih moment perkeretaapian yang sama, ada bapak-bapak yang entah bagaimana duduk mengangkat kakinya yang berdarah, entah kena apa tapi saya melihat beliau memanggil petugas dan berkata: "tolong ada kotak P3K?" Pak petugas lari untuk mengambilkan, saya membuka tas-kantong-Doraemon saya dan mengeluarkan betadine plus hansaplast lalu memberikan pada si bapak.
Terlihat di raut muka si bapak rasa terimakasih yang tulus terharu, sambil berkata "terima kasih yah cik" dia mengembalikan betadine dan hansaplast itu. Lalu berterima kasih juga sama mama saya, lalu pas petugas datang bawa P3K, beliau bahkan berujar: "oh sudah pak dikasih sama ciknya ini" sambil menunjuk saya yang masih rempong menutup ransel kembali sehabis mengembalikan betadine ke dompet p3k mini dalam tas punggung yang selalu saya gendong kesana kemari.

Saya menceritakan ini bukan untuk menuai pujian atas perlakuan saya, tapi mari melihat ketulusan "lebay" si bapak yang berterima kasih, bahkan memberitahu pak petugas tentang kisah bantuan betadine itu. Dan terlihat jelas, kita manusia pada dasarnya senang bila terbantu di saat kita membutuhkan meskipun kita tidak kenal siapa yang membantu dan suku agama atau ras apa yang memberikan bantuan. Bahkan reaksi si bapak yang memberitahu pak petugas bahwa kami yang membantunya lebih dulu adalah sebuah konfirmasi bahwa perbuatan baik itu berdampak dan otomatis  kita ingin mempromosikan kepada dunia "Heyyyy ini orang baik loh dia melakukan perbuatan yang baik dan saya suka!"

Saya tidak kenal bapak itu, bahkan dengan "otak Dory" saya....errrrr mukanya ajah saya sudah lupaaaaaaaaa #oucht. Tapi saya tidak lupa dengan ekspresi kebanggaan si bapak bahwa beliau telah terbantu bahkan bragging menunjukkan kepada pak petugas : ini loh yang bantuin saya! .......Siapa yang tahu efek apa yang akan dialami si bapak lebih lanjut, tapi saya harap beliau tertular virus suka-membantu dan suatu hari bila ada kesempatan yang sama, beliau menjadi pribadi yang akan menawarkan bantuan even to random strangers. 

Kindness is contagious!

Yup! Kebaikan itu menular, dan kita tidak pernah tahu efek apa yang akan ditimbulkan dari satu perbuatan kebaikan kecil kita, yang mungkin kita sendiri tidak sadar bahwa perbuatan itu bisa membawa dampak yang dalam bagi orang lain. Ya ya ya... dunia sekarang semakin banyak orang jahat dan banyak kepura-puraan meminta tolong yang berujung perampokan dll. Kita boleh waspada tapi jangan sampai kita berubah menjadi tidak peduli hanya dengan dalih keamanan diri.

Paul Scanlon dalam sinopsis buku "The 15 Revolution" yang ditulisnya mengungkap tujuan tulisan yang dibuatnya:
to make us more aware of the people in our immediate space and to provoke us to be the bringers of God’s life to the hurting world on our doorstep. 
It is as simple – and as difficult – as being willing to give 15 minutes a day to be inconvenienced in order to help someone.










Hmmmmmmm.... bukankah ini esensi sejati dari kekristenan?
Bukankah kita manusia pada dasarnya suka menerima kebaikan?
Bukankah kita senang diperhatikan, dikasihi dan dipedulikan?
Lalu mengapa sering kali yang terjadi kita menggembar-gemborkan "mencari jiwa", "menyelamatkan-yang-hilang", "memberitakan injil", tapi lupa untuk melakukan dan membagikan Injil melalui setiap aspek hidup kita sehari-hari.
Kita mengajak orang ke gereja, memuji Tuhan dengan rutin, namun kelakuan kita tidak membuat mereka nyaman untuk bergaul karib dengan kita.
Kita melakukan pelayanan dan menjabat tangan orang-orang di gereja dengan senyum ramah tapi kita terlalu pelit untuk mengeluarkan rupiah dalam dompet kita untuk orang lain.
Kita sadar dengan kasih Allah yang besar pada kita, bersyukur mengetahui predikat kehormatan kita sebagai anak dan umat Tuhan, namun secara tidak langsung kita menjadi eksklusif dan tidak menyalurkan kebaikan yang telah kita terima. Malahan, menganggap orang yang tidak dijalur yang sama bukan-golongan-kita dan tidak perlu berinteraksi dengan mereka dengan tedeng pembenaran diri ayat Alkitab "pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik". Hmmmmm alasan yang cukup rohani bahkan.

Saya orang Kristen, bukan saya menjelekkan agama saya, dan saya juga manusia yang mungkin saja masih juga melakukan hal-hal yang saya ketik sendiri diatas.
Tapi, yuk kita coba bersama-sama untuk lebih merenungkan dan memperbaiki sikap kita hidup sehari-hari. Tuhan Yesus berbuat baik kepada SEMUA orang, Tuhan yang sama membuat matahari bersinar setiap hari untuk SEMUA orang, Tuhan Yesus tidak membedakan kamu dari ras apa golongan apa gereja mana agama apa. Lalu mengapa kita yang katanya orang Kristen terlalu sering melakukan kebalikan dari teladan Tuhan kita?
JANGAN kita yang menyebut diri Anak tidak mencerminkan sifat kasih Bapa kita!

#renungan

Matius 5:44-48

5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. b  5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak c  Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. d  5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? e  Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? 5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? 5:48Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. f "






Dalam RAWON kita bersaudara!

Siapa yang gak suka rawon??? Beberapa hari ngidam rawon, sambil bertanya-tanya,  survey,  ada ga yah kira-kira orang ga suka rawon di ling...