Pos

Good Friday

Gambar
Pernah gak sih mikir kenapa Jum'at terkelam di sepanjang sejarah disebut sebagai Good Friday?

Tuhan itu kreatif memang yah, worst moment of history diijinkan terjadi untuk mendatangkan kebaikan bagi kita semua.
Worst? Karena tidak akan ada lagi manusia seperti Yesus, yang menanggalkan segala statusnya sebagai Anak Allah turun ke bumi menjadi sama seperti manusia, menebus umat manusia dari dosa, dikhianati oleh orang dekatnya, dihina, disiksa dan disalibkan seperti narapidana wahid sedangkan diriNya sendiri sama sekali tidak pernah berdosa!



Bulan February lalu ada drama kurang mengenakan terjadi di komunitas kami.
Ada peraturan yang mengharuskan pengikut persekutuan doa hanya dibatasi untuk kalangan sendiri.
Kalau bahasa kerennya sih hanya umat yang bersedia "tertanam"(berjemaat resmi/terdaftar) di organisasi "Kebun" (bukan nama sebenarnya)
I was upset, sad and got short temporary rage.

Memang pada saat terjadi kami kelompok "tercabut" (sebut saja demiki…

Is "I don't care" the new normal???

Senin malam saya dan mama pulang dari Surabaya ke Caruban naik kereta api. Sebenarnya saya lebih suka turun di stasiun Madiun karena stasiunnya lebih layak dan ada banyak bapak porter sigap untuk bantu bawain barang.
Namun karena mama mau di Caruban saja biar cepat sampai rumah katanya, saya mengalah.

Yang terjadi seperti yang saya bayangkan, tidak ada tangga untuk turun dari kereta padahal jarak ketinggian gerbong dan platform nya jauh tidak sejajar, cukup menyusahkan, apalagi untuk kaki mama yang habis di operasi, saya rasa beliau pasti lebih kesulitan untuk turun.
Dengan bagasi dua koper masing masing seberat 15kilo, lalu posisi kereta yang berhenti di rel sebrang juga membuat adegan turun dari kereta menjadi lebih susah, karena setelah turun masih harus jalan melewati halang rintang jalan rel yang berbatu-batu. Batu-batu bearti: koper tidak bisa di dorong harus diangkat, sedangkan sifat sok-kesatria saya tidak mengijinkan mama yang baru keluar RS untuk ikut bantu angkat-angkat dan…

No Greater Joy!

Pagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

Tahun 2017 ini adalah tahun yang sangat sibuk, jadi seringnya saya sudah tidak punya tenaga untuk ngetikin ini blog, tapi ada kejadian kemarin yang menurut saya HARUS saya tulis disini sebelum my short-memory took place. 

Alkisah saya scrolling IG dan mendapati post dari salah seorang murid yang sedang olahraga dengan caption : Bersyukur adalah langkah pertama untuk menjadi lebih baik.

Postnya biasa, kalimatnya juga, tapi ketika status anda adalah seorang guru yang sejak beberapa waktu lalu menggembar-gemborkan ke murid-muridnya untuk lebih bersyukur, bahkan sedikit "memaksa" mereka untuk membiasakan diri bersyukur dalam kondisi apapun, anda akan lebay gembira ketika melihat post tersebut. Itulah yang saya rasakan! Saya bahagiaaaaaaaa!
Lebih-lebih fotonya adalah moment olahraga ! Ahhhhhh itu juga bulan lalu barusan di ukrek-ukrek di GoS, "Gimana mau melakukan banyak hal kalau kita tidak sehat jiwa raga? Yang jasmani pun harus diurusin!!"…

Double Sweet

Happy New Year!

Telat banget greetings nya yah... well....better late than nothing  haha

Angka cantik sekali 17-1-17 dan taon ini, I reach number 34.....
Hmmmm 34 is 17 times two, jadiiiii Double Sweet Seventeen!!! Hohohoho
34 gak tergolong muda, dan status yang masih awet single juga bukan sesuatu yang bisa dibanggakan apalagi kalau hidupnya di Caruban #oucht.
But instead of complaining and looking at what I don't have, I will start this new number with 17 gratitudes!
Here we go!

SUPER THANK GOD for all these years, sejauh mata memandang ke belakang, semua moment itu baikkkkkkkkkk semuaaaa, even yang ugly sekalipun later on turn out jadi surprisingly baik. Proud to have a God like You Jesus! I trust Your taste and your decision! LOVEEEE You!Thank God beberapa tahun terakhir mama papa less marah-marah dan ngomel-ngomelnya, bahkan bisa beliin saya oleh-oleh cihuyyyyy! Thanks to all my SJ families for the loves, the helps, the pick-ups, the nonton-time, the everyyyythingggggg! Thanks…

#hanyamendadakGemes

“The truth will set you free, but first it will piss you off.” 
― Joe KlaasTwelve Steps to Happiness

Pagi ini ruang tamu rumah saya sudah terdengar ramai dengan berita persidangan Pak Ahok, papa sedang nonton dengan serius di depan tivi, saya yang harus kerja ya gak bisa sih mantengin itu tivi, tapi surely #DoaUntukAhok sudah saya panjatkan.
Cukup sedih karena Ahok orang bersih, bisa kerja, gak bisa dijerat pake perempuan atau korupsi, sekarang dijeratnya pake pepatah 'mulutmu harimaumu'? 

Memang, diawal-awal dulu, pak Ahok kalo ngomong sangat amat nyelekit di kuping, kerassssssss. Begitu bersuara bisa nujleb-nujleb! Dan memang terbukti sepertinya banyak khalayak yang sakit hati dengan perkataan beliau, meskipun beliau hanya membeberkan fakta dan berusaha mendidik dan menyadarkan mereka, serta untuk membawa bangsa ini ke level yang lebih tinggi. 

Ada pepatah mengatakan: 
 The only people who are mad at you for speaking the truth are those people who are living a lie.

Duh, saya ngom…

212

Gambar
Inget gak angka 212 tuh angka favouritenya siapa?

Wiro Sableng! haha
Orang generasi saya PASTI tau tokoh ini, dulu terkenal banget sih..

Tapi angka 212 hari ini memberi makna lain bagi Indonesia.
Hari ini Indonesia boleh dibilang naik level dalam hal berdemokrasi, demo super besar yang berjalan damai hari ini adalah sedikit tanda bertambahnya kedewasaan masyarakat Indonesia.
Hari ini juga Bapak President tercinta membuat kejutan dengan tiba-tiba hadir di doa bersama itu, komplit sepasang dengan pak Wapres pula.
Baru kali ini juga saya melihat seorang President yang bawa payung sendiri haha, biasanya pembalap motor ajah pada belagu minta dipayungin, ini bawa-bawa payung sendiri!
Dan body languagenya sewaktu jalan melewati kerumunan orang, yang sejatinya adalah rombongan massa yang "kurang-setuju" dengan dirinya, namun beliau sangat penuh senyum dan jauh dari aroma keangkuhan. Saya sih hanya menonton dari tivi yah, tapi aura rendah hati nya pak Jokowi memancar sampai ke Caruba…

Usia Cantikku!

Gambar
"Umurnya berapa cik?"
"Tebak ajah pak" *sambil tersenyum manis*
"25?"
"Hahahahaha makasih loh bapak! Anda sangat murah hati!"
"Loh salah yah? Lalu aslinya berapa?"
"Kalau saya pak, saya berapa?" Personal Trainer disamping saya tiba-tiba menyela.
"Situ 30 an lebih paling"
Pak PT pun ngakak-tidak-tulus lalu nyengir-sebel gara-gara umur dia yang sebenarnya adalah 26 tapi ditebak 30 lebih, sedangkan saya yang usia udah 33 tapi ditebak cuma 25, dia hanya bisa protes: tidaaaaak adiiiiiiiilllll ! Sedangkan saya tertawa bahagia, menikmati salah tebak tadi sebagai compliment manis di kala nge-gym.

Kita selalu bahagia bila ditebak dengan umur yang lebih muda dari umur asli kita, bukan karena kita denying ourselves sih, tapi lebih karena bangga bahwa perawatan kulit dan usaha yang selama ini dilakukan tidak sia-sia adanya , jadi berasa dapat jackpot gituh! AHA!

Dan sebenarnya, saya merasa semakin dewasa saya semakin cantik #eh *…